4 Alasan Kegagalan BlackBerry 10

BlackBerry 10, seperti Z10 dan Q10 sebenarnya menuai review dan pujian yang cukup bagus dari para pakar teknologi. Sayangnya hal ini tidak diikuti dengan antusiasme tidak banyak konsumen. Beberapa hal menyebabkan Blackberry 10 dinilai gagal membangunkan BlackBerry dari keterpurukan. Dari berbagai sumber, inilah yang dapat disimpulkan mengapa Blackberry 10 dinilai tidak berhasil.

bb-10

[Ads] Download eBook Gratis tanpa syarat, tanpa harus registrasi.

1. Persaingan Ketat Dengan Vendor Lain

Kemunculan BlackBerry Z10 atau Q10 di pasaran harus melawan nama-nama besar di pasar smartphone diantaranya Galaxy S4, iPhone 5, ataupun Sony Xperia Z. Sementara Apple dan Samsung adalah rivel yang sulit sebab keduanya merupakan perusahaan raksasa dengan pengguna fanatik.  Ditambah lagi perusahaan asal China yang serius mengimbangi dengan Huawei dan ZTE. Apalagi Nokia yang sekarang didukung Microsoftdengan Windows Phonenya terbukti pangsa pasarnya lebih tinggi daripada BlackBerry. Blackberry harus mencoba bertahan dengan kekuatannya sendiri di saat keadaannya yang sedikit terpuruk dan berjuang melawan panasnya kompetisi.

2. Aplikasi Kurang Menarik

Salah satu hal yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli smartphone adalah adanya aplikasi yang menarik. Mengandalkan tangguhnya hardware dan OS yang bagus saja tidaklah cukup.Ketika awal kemunculannya, toko aplikasi Blackberry Word dianggap memiliki puluhan ribu aplikasi. Sialnya, aplikasi andalan yang diminati pengguna malah tak kunjung muncul. Seperti aplikasi Instagram, Path dan lain-lain. Malahan beberapa aplikasi di Blackberry World disinyalir merupakan hasil portingan dari Android hingga dinilai tidak sempurna. Tidak adanya aplikasiyang menarik membuat BlackBerry Z10 atau Q10 tidak sempurna dan tidak menarik bagi konsumen.

3. Kurang Promosi

Dibandingkan dengan Samsung, promosi Blackberry BlackBerry Q10 dan Z10  dirasa kurang maksimal. Tidak seperti Samsung dengn upayanya menggaet konsumen dengan deretan iklan smartphonenya, Blackberry justru meluncurkan iklan yang tidak begitu mengesankan sehingga konsumenpun kurang menangkap maksud iklan tersebut. Hal ini bisa saja disebabkan karena anggaran marketing Blackberry yang terbatas maupun disebabkan faktor lainnya. Padahal dalam hal ini Blackberry 10 adalah sistem operasi baru yang benar-benar fresh dan berbeda dengan generasi sebelumnya. Oleh karena itu konsumen perlu mengeahuinya dengan cara edukasi iklan yang intensif.

4. Harga Mahal

Ketika diluncurkan pertama kalinya, Blackberry Z10 full touch screen dihargai Rp 6,5 juta sedangkan Q10 dihargai di atas Rp 7 juta.Untuk harga sejenis, para pesaing telah terlebih dulu eksis khususnya untuk golongan Android high end yang kebanyakan memiliki banyak fitur menarik dengan spesifikasi tinggi. Hal itu menyebabkan konsumen mempertimbangkan membeli  Z10 atau Q10 mengingat OS-nya yang baru. Malahan BlackBerry Q5 yang termasuk kelas menengah harganya mencapai Rp 3 jutaan. Pada akhirnya Adopsi massal BlackBerry 10 menjadi terhambat.

Sekian informasi mengenai 4 Alasan Kegagalan BlackBerry 10, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *